Riset: Melihat Foto Imut Membuat Orang Jadi Lebih Cekatan


Para ilmuwan berteori bahwa bayi diciptakan imut untuk membangkitkan insting pengasuhan dari orang tua. Penelitian telah menunjukkan bahwa karakteristik lucu, ukuran yang kecil, bermata besar dan tak berdaya yang dimiliki semua bayi mamalia diciptakan untuk menggugah insting perawatan orangtua.

Ilustrasi Bayi Imut
Ilustrasi Bayi Imut

Tanpa adanya karakteristik tersebut, sulit meyakinkan orang dewasa untuk memenuhi tuntutan bayi yang kecil, tetapi keras kepala, pesing dan rewel. Meskipun tidak memiliki bayi, banyak orang yang suka melihat bayi, baik bayi manusia maupun bayi anjing atau kucing. Di Youtube, beberapa video tentang bayi juga banyak disukai para penonton.

Sebuah penelitian tahun 2009 yang dilakukan oleh Jonathan Haidt dan rekannya meminta para peserta penelitian yang berjenis kelamin wanita untuk bermain permainan klasik yang disebut permainan operasi. Permainan dilakukan sebelum dan setelah menonton tayangan slide anak anjing dan anak kucing yang sangat imut atau gambar kucing dan anjing dewasa yang tidak terlalu imut.

Dalam permainan ini, pemain menggunakan pinset untuk mengambil organ plastik kecil dari pasien tanpa menggores sisi rongga organ. Dibutuhkan ketangkasan yang tinggi agar tidak membunyikan bel sebagai pertanda pemain menyimpang dari jalur.

Wanita yang melihat foto anak kucing dan anjing mendapat poin yang lebih tinggi dengan rata-rata berhasil mengambil 1,8 organ lebih banyak dibandingkan wanita yang melihat foto kucing dan anjing dewasa. Efek yang sama juga ditemukan ketika eksperimen diujicoba pada pria. Peningkatan kinerja itu berkaitan dengan persepsi imut dan perasaan sayang terhadap binatang setelah melihat foto.

Hasil penelitian juga menunjukkan hubungan antara tingkat kelucuan dan pengasuhan. Persepsi terhadap sesuatu yang imut tidak hanya memicu rasa peduli, tetapi juga meningkatkan kemampuan untuk mengekspresikan kepedulian dengan cara yang paling aman. Hal ini penting karena bayi memerlukan penanganan yang halus.

“Pengaruh sifat imut pada peserta yang menjadi lebih tangkas dalam melaksanakan gerakan motorik tampaknya berhubungan dengan foto yang imut. Melihat foto yang imut mendorong munculnya sifat lembut dan mendorong sifat positif daripada sekedar ketertarikan,” kata peneliti seperti dilansir The Atlantic, Kamis (14/6/2012).

Persepsi mengenai tingkat kelucuan juga dapat membantu menjalankan tugas-tugas lain yang memerlukan ketangkasan, bahkan mungkin membantu melakukan operasi bedah. Atau pengontrolan gerakan motorik halus juga bisa ditingkatkan lewat memanipulasi gambar lewat Photoshop.

Peneliti menduga, sifat imut memiliki efek yang lebih besar pada emosi positif seperti kehangatan, empati dan kasih sayang. Sifat-sifat ini lebih berguna dalam pengasuhan dan situasi lain yang dapat memicu konflik.

Anehnya, belum ada penelitian yang mengeksplorasi hubungan antara tingkat keimutan dan suasana hati. Padahal orang yang melihat sesuatu yang imut umumnya menjadi lebih semangat.

 

(Sumber)