Hikmah Maulid, Jadilah Pemimpin Yang Jujur dan Bertanggung Jawab


hikmah maulid nabi muhammad sawDisetiap kita mengingat sosok Nabi Besar Muhammad SAW terutama di saat peringatan Maulid setiap tahun dimana sering deceritakan ulang tentang latar belakang beliau serta perjalanan hidup juga kesehariannya. Disaat itu pula kita menjadi semakin rindu dengan sosok beliau, apalagi ditengah kedangkalan akhlak serta budi pekerti yang merosot saat ini, kita sangat merindukan sosok pemimpin sebagaimana sosok bijaksana dari Nabi Muhammad.

Salah satu sikap mulia yang lekat dengan pribadi Nabi Muhammad adalah kejujuran dan tanggung jawab. Berkat dua hal itulah, Muhammad diganjar dengan julukan Al Amin oleh masyarakat setempat, baik pengikutnya maupun yang memusuhinya. Selain bakat kepemimpinan yang menonjol, sejak belia Nabi sudah terlibat gerakan moral Hilful Fudul atau sumpah keutamaan. Itulah gerakan demi membela keadilan dan kebenaran kepada siapa pun.

Jujur, berani menanggung risiko, dan bertanggung jawab itulah warisan mulia kepemimpinan Nabi yang mestinya ditauladani para pemimpin dan elite kita. Faktanya, amat susah menemukan elite kiita bersikap dan berperilaku mencontoh Nabi. Menemukan kejujuran saja misalnya, sudah sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Padahal, kejujuran saja belum cukup untuk menjadi modal bagi pemimpin.

Fakta sulitnya menemukan kejujuran itu berbanding terbalik dengan anjuran meneladani sikap dan perbuatan Nabi. Di mimbar-mimbar maupun dalam teks-teks tulisan, hampir saban waktu kita mendengar para pemimpin dan penganjur mengajak kita mencontoh sikap dan perilaku Muhammad.

Akan tetapi yang kita jumpai hari-hari ini justru kian lekatnya hipokrisi atas fakta yang sudah telanjang. Soal pro dan kontra penyebutan nama dalam pandangan akhir Pansus Angket Bank Century, misalnya, menunjukkan bahwa kejujuran masih terus dikalahkan oleh kepentingan sempit yang bersifat jangka pendek.

Mengapa sekadar menyebut nama yang dalam pokok perkara sudah terang-benderang dinyatakan bermasalah mesti diperdebatkan? Bukankah kalau ada kesalahan mesti ada nama yang bertanggung jawab? Menjadi pemimpin yang menempatkan Nabi Muhammad sebagai teladan mestinya berani mengambil risiko dan bertanggung jawab. Bukan sebaliknya, buang badan dan melemparkan tanggung jawab itu kepada anak buah. Bukan pula pemimpin yang gemar menyebut orang lain telah memfitnah, padahal yang hendak disuarakan oleh orang itu adalah kebenaran.

Maulid Nabi bukan sekadar peringatan untuk seruan. Maulid Nabi juga merupakan momentum untuk merenung dan mulai berbuat sesuai apa yang diajarkan dan diperbuat oleh Nabi. Untuk para pemimpin di negeri ini, Maulid Nabi mestinya menggerakkan mereka untuk jujur, berani mengambil risiko, dan bertanggung jawab.
(Saduran dari Editorial Media Indonesia)


39 thoughts on “Hikmah Maulid, Jadilah Pemimpin Yang Jujur dan Bertanggung Jawab

  1. bnayak pemimpin yg pinter tp gk bener
    banyak yang jenius tp gk religius
    banyak jg yg pada cerdas tapi gak jujur..

    mudah-2n maulid bukan sekedar ajang untuk mengenang tapi mencontoh dan menteladani akhlak nabi…

  2. Betapa mulianya orang yang mau mengakui secara jujur bahwa dirinya adalah orang yang sarat kesalahan dan bertekad untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Tidak banyak orang yang bersikap demikian. Pertanyaannya sekarang sudahkah kita mampu bersikap seperti itu ? Sudah jujurkah kita kepada diri sendiri dan mau mengakui bahwa masih banyak kekhilafan yang kita lakukan ? Baranikah kita mengatakan bahwa orang lain benar dan diri kita salah ? Sejauh mana kita mau berendah hati dengan kekurangan yang kita miliki dan angkat topi untuk kelebihan yang dimiliki orang lain ? Terima kasih postingannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  3. Ooo gitu, dalam kasus itu menunjukkan bahwa kejujuran masih terus dikalahkan oleh kepentingan sempit yang bersifat jangka pendek.

    Intinya … tidak ada kejujuran utk kebersamaan ya? …

  4. Selamat menempuh libur panjang di akhir pekan. Jumat ini adalah hari mulia bagi umat Muslim untuk beribadah mengunjungi rumah Allah yang tersebar di muka bumi. Semoga sahabat ruang hati nurani senantiasa dalam kondisi sehat. Semalam itikaf di masjid ya?

  5. Assalamu’alaikum, Nabi Muhammad SAW adalah manusia mulia. Beliau membimbing kita menuju jalan ALLAH dengan hadis-hadisnya. Sudah seharusnya kita berterimakasih dengan selalu berShalawat kepadanya, yang sebenarnya Shalawat tersebut juga untuk kepentingan diri kita sendiri. Semoga kita selalu bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Semoga Shalawat kita diterima ALLAH SWT sebagai syafaat kita kelak di akhirat (Dewi Yana)

  6. Al-Hamdulillah jika kita dapat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW
    dengan meriah. Namun hendaknya jangan terlalu bangga dahulu. Sebab terselenggaranya acara itu baru
    ibarat awan. Meriahnya suasana baru laksana hujan. Bagaimana dengan buahnya ?. Sudah wujudkah ?.
    Buahnya adalah “Mutiara hikmah dan perubahan”. Perubahan menjadi lebih baik. Lebih utuh dan lebih bersungguh-sungguh dalam meneladani Rosulullah SAW dalam seluruh sisi kehidupan kita. Kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan dunia.
    Wallaahu ‘a’lam bisshowaab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s