Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti pemilu wakil presiden, kemudian menang sehingga menunggu persiapan pelantikan wakil presiden, yang tentunya kalau langsung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebenarnya untuk pembuktian adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp6,762 triliun ke Bank Century tidak terlalu sulit
Itulah pernyataan mantan Bareskrim Mabes Polri Komjen Susno Duadji dihadapan Rapat Pansus DPR yang membahas skandal Bank Century.
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Angket kasus Bank Century, Andi Rahmat, mengungkapkan kesaksian (testimoni) secara tertulis dari mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komjen Susno Duadji. Testimoni itu memang disampaikan Susno secara tertutup. Menurut Andi, dalam testimoni itu Susno mengungkapkan bahwa penyidikan kasus bailout sebesar Rp6,7 triliun tidak diprioritaskan karena adanya keterkaitan salah seorang calon wakil presiden.
Menurut Andi, penjelasan Susno tersebut menunjukkan bahwa keterkaitan Boediono sebagai anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sekaligus calon wakil presiden pendamping Susilo Bambang Yudhoyono dalam pengambilan keputusan bailout atas Bank Century, membuat pihak Polri tidak berani memprioritaskan penyidikan. “Ini sangat mengejutkan karena dikeluarkan mantan Kabareskrim yang saat ini dalam kondisi tertekan. Dia tentu sangat mengetahui konsekuensi pernyataan itu, yang dikeluarkan di bawah sumpah,” ujar Andi, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/1).
Pernyataan tertulis Susno ini terdapat dalam pemaparan yang diserahkan kepada pansus dengan judul “Bhayangkara Sejati Setia dan Loyal”. Pada poin keempat testimoni, Susno menyebutkan salah satu dari tiga kasus tersebut adalah kasus Bank Century yang terdiri atas tiga kasus besar yakni kasus murni perbankan, kasus non perbankan, dan kasus dugaan korupsi pada proses bailout.
Atas kasus dugaan korupsi dalam proses bailout, Susno memberikan catatan bahwa Bareskrim memang tidak memprioritaskan penyidikan kasus penyertaan dana LPS sebesar Rp6,7 triliun. Pertimbangannya, karena ada anggota KSSK saat itu (Boediono) sedang mengikuti pemilu wakil presiden, yang kemudian menang sehingga menunggu persiapan pelantikan wakil presiden. Menurut Susno, jika Polri langsung melakukan penyidikan jelas akan terjadi kehebohan.
Sementara itu anggota pansus asal Fraksi Golkar, Ade Komaruddin, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 26 Januari 2010 mengatakan terkait kesimpulan sementara Bareskrim Polri yang berdasarkan penyelidikan mereka, ditemukan bahwa terdapat perbuatan melawan hukum dalam proses bail-out. “Pengucuran dana tanpa didasari oleh hukum yang kuat,” demikian tertulis dalam testimoni Susno.
Jadi, tegas Ade, dokumen Susno ini sangat kuat sebagai data pegangan pansus dalam menyusun gambaran menyeluruh mengenai proses bail-out terhadap Bank Century. Pansus sendiri saat ini menggelar rapat internal untuk membahas progress report pansus. Rapat yang semula diagendakan digelar secara tertutup, kini dibuka untuk umum karena desakan publik yang kuat.
Kabareskrim Meragukan Testimoni Susno
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Ito Sumardi, meragukan isi testimoni pendahulunya, Komisaris Jenderal Susno Duadji. Menurutnya, tak benar polisi menghentikan penyidikan kasus Bank Century.
“Nggak ada itu,” ujar Ito di Markas Besar Kepolisian, Jakarta, Selasa 26 Januari 2010. “Semua sudah kami tuntaskan, baik kasus penipuan, penggelapan. Hanya untuk money laundring-nya terkendala karena ada petunjuk jaksa untuk memeriksa Hesham dan Rafat,” ujar Ito.
Dan Ito pun menyatakan tak tahu mengenai kebenaran pernyataan Susno dalam testimoni yang menyebut peran Boediono dalam kasus Century ini. “Wah nggak tahu, ya. Mending tanya ke pansus aja ya,” kata Ito.
Wah semakin bingung nih melihat perkembangan kerja Pansus Bank Century, mau kemana dan apa yah yang bakal terjadi, semakin susah dimengerti oleh pikiran wong cilik !!
Referensi sumber: JPNN,Media Indonesia dan Vivanews
Download Testimony Susno Duadji PDF
Yang Menarik Lainnya :

gak akan tuntas wong gak salah kok disuruh ngaku salah …..
Aduhhhh……..kok susah banget yachhh mengungkap kasus Century ini….
DOWNLOAD E-BOOK AKHIR ZAMAN GRATISS
http://www.penuai.wordpress.com
aduuuh jadi bingung kalo uang sudh habis dan banyak yang terlibat, jadi susah melacaknya. mendingan ajarin saya berbagi ilmu dan link blog di :
http://alhafizh84.wordpress.com/ayooo-tukaran-link-nyuuu/
mohon kunjungannya dan tukar links blog saya yang masih perlu banyak perbaikan di sana sini sama kayak negara kita nich..thank’s
BLT ae keluarin,,rakyat pasti meneng-meneng 🙂
aku yow tambah bingung..
lama-lama males liat berita di tipi itu ituuuuuuuu aja..
mending nonton spongebob..hehe…
Kami Rakyat dbuat Bingung g karuan….
mana yang bener? Mana yang salah?
Semoga Kebenaran segera terungkap…
pak susno balas dendam??? yg jelas skandal century harus tuntas, kasihan rakyat dibohongi teruuuus.
galak pisan tah si Bapa yang pegang buku merah…
gimana nggak galak, uang tabungannya miliaran rupiah diembat century, kita ajah uang 100 rebu bisa berantem
JANGANKAN 100 RIBU, GOCENG AJAH ADA YANG SAMPE MATI.
cendol meluncur gan, cek kulkas…. pemerintahan dan dpr sekarang lagi maen kethoprak…
Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti pemilu wakil presiden, kemudian menang sehingga menunggu persiapan pelantikan wakil presiden…
wah gawat nih….
sinetron bertajuk centurygate belum akan berakhir. tetapi sayangnya pansus gagal mengemas plot cerita agar lebih menarik. yang muncul sekadar tokoh protagonis dan antagonis. ada banyak kata-kata kesar yang bermunculan. sementara bumbu romantis nyaris tidak ada.