Menakar Kelayakan Kapolri BHD, Pasca Wiliardi Mengaku Kasus Antasari Adalah Rekasaya Pemimpin Polri


Kombes Wiliardi Wizar, salah seorang saksi kunci kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nazrudin Zulkarnaen, mengaku tidak tahu soal kematian pembunuhan korban. Ia mengaku tahu setelah mendapat informasi dari salah seorang polisi berpangkat Irjen bernama Hadiatmoko. Dalam kesaksiannya,  Wiliardi mengatakan saat itu dirinya dipanggil untuk ngopi oleh Brigjen Iriawan Dahlan di kediamannya.

"Kapolri"Selanjutnya, mereka menuju ke ruangan Wakabareskrim, Irjen Hadiatmoko. “Pada dasarnya saat dipanggil pertama itu kita ngopi dulu lah, yang jemput Brigjen Irawan Dahlan di rumah, dan langsung dibawa ke ruangan Pak Hadiyatmoko, ditanya sambil ngopi,” kata Wiliardi saat ditanya oleh kuasa hukum terdakwa Antasari Azhar, Juniver Girsang, dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/11).

“Kau kenal Edo gak, kenal Jerry gak, kenal Antasari gak,” kata Wilairdi yang menirukan percakapan itu dan menjawabnya kenal. Setelah ngopi dan menceritakan perkenalan itu, Wiliardi ditanya lagi oleh Hadiatmoko soal penyerahan uang Rp 500 juta ke Edo. ” Kamu tau gak akibatnya ini? ini orang meninggal dunia,” kata Wiliardi yang menirukan perkataan Hadiatmoko yang pada saat itu marah dan langsung diperintahkan menahan saksi.

Saksi kunci sidang perkara Antasari Azhar, Williardi Wizard (WW), mengakui bahwa keterangan dirinya sebelumnya adalah skenario untuk mengkriminalisasikan Antasari.

“Saya dipaksa untuk membuat Antasari sebagai sasaran,” ujar WW di persidangan lanjutan perkara Antasari terkait kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen. yang digelar di PN Jaksel pada Selasa (10/11) siang. “Saya diminta Direktur Reserse Polda Metro Jaya. Dan dalam pertemuan itu juga hadir Wadir dan kasat-kasat,” aku WW. Dirinya diminta untuk membuat kesaksian yang memberatkan Antasari. Sebelumnya, memang pernyataan WW yang menjadikan Antasari sebagai terdakwa dalam rangkaian kasus persidangannya. “Mereka mengatakan bahwa Antasari adalah sasaran kita,” sumpahnya. (MEDIA INDONESIA)

Meski sempat menanyakan soal penahanan dirinya, Wiliardi atas perintah Hadiatmoko, tetap ditahan. “Baru saya tahu bahwa uang itu digunakan untuk membunuh Nasrudin,” ucapnya. Wiliardi juga mengaku bahwa orang yang diincar dan dibuntuti tindak pidanya adalah Nasrudin. Saat berhubungan dengan Sigid Haryo Wibisono dan menerima amplop coklat berisi identitas korban seperti foto, alamat rumah dan mobil yang sering digunakan, Wilairdi mengaku tidak tahu dan tidak pernah membukanya.

Saat pemeriksaan, Wiliardi juga mengaku ditekan Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan. Jam 10.00 WIB pagi saya didatangi oleh Wakabareskrim Irjen Pol Hadiatmoko “Dia katakan sudah kamu ngomong saja, kamu dijamin oleh pimpinan Polri tidak ditahan, hanya dikenakan disiplin saja,” kata Wiliardi.

Saat ditanyakan soal siapa pimpinan itu, Wiliardi mengatakan Kapolri. “Karena yang ngomong jenderal berbintang dua, pimpinan itu ya Kapolri,” cetusnya. Sebelumnya, Apolos Djarabonga, salah seorang kuasa hukum Wiliardi usai mendampingi kliennya di persidangan meminta agar Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dihadirkan sebagai saksi karena telah membentuk tim yang membuntuti korban.

Lanjut Wiliardi, pada pagi dini harinya sekitar pukul 00.30 WIB, dia dibangunkan oleh penyidik kepolisian. Saat itu, di ruang pemeriksaan ada istri dan adik iparnya, serta Dirkrimum yang dijabat Kombes Pol M Iriawan. Oleh Iriawan, isteri Wiliardi, Nova Wiliardi, diminta untuk dibantu memberi keterangan agar bisa menjerat Antasari dan diberikan jaminan akan dipulangkan. Pengakuan Wiliardi ini diamini isterinya Nova yang hadir dalam persidangan ketika ditanya wartawan. “Saya tegaskan, apa yang diomongin suami saya barusan sebagai saksi itu, itulah yang sebenar-benarnya,” katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Antasari, Hotma Sitompul mempersoalkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Wiliardi yang dicabut dan tidak diperlihatkan dalam persidangan. Dari empat BAP kata Hotma, ada dua yang dicabut yakni pemeriksaan tanggal 29 dan 30 Maret 2009. “Oh iya memang, dia (Wiliardi red) mengatakan pimpinan Polri itu merekayasa, memaksa dan mengatakan semua ini Antasari yang suruh,” katanya.

"wiliardi wizar"
Wiliardi Wizar, akhirnya mencabut keterangan di BAP dan mengaku bahwa semua itu adalah rekayasa yang harus ia lakukan atas perintah atasan untuk bisa menjebloskan Antasari ke penjara

Hotma menegaskan ada tiga saksi kunci, yakni Rani Juliani, Sigit Haryo Wibisono, dan Wilardi Wizar. ” Semua menyatakan tidak ada perintah dari Antasari. Itu hanya dakwaan jaksa dan dibantah oleh saksi-saksi,” katanya. Meski pun nama Kapolri disebut-sebut, Hotma berpandangan sejauh ini Kapolri belum layak dihadirkan di persidangan. Tetapi Tim Kuasa Hukum terdakwa  berencana akan ke Komnas HAM untuk melaporkan  bahwa kasus yang menimpa kliennya terlalu direkayasa.

Antasari Azhar sendiri yang menanggapi kesaksian Wiliardi mengatakan bahwa itulah fakta persidangan dan bukan sebuah rekayasa. “Inilah fakta persidangan dan bukan fakta rekayasa dan saya harapkan juga kita mencermati apa yang diberikan di persidangan,” ucapnya. Dalam persidangan, menurut Antasari, JPU yang menuntut dan hakim yang memutus berdasar keterangan yang diberikan di muka persidangan. “Nah tadi kan, anda dengar sendiri bagaimana Antasari itu menjadi target. Tapi semuanya itu saya serahkan kepada hakim majelis untuk menilai. Dan saya meliat hakim itu begitu obyektif, fair,” katanya.

Namun Antasari enggan menanggapi apakah kasus yang dialaminya itu sebuah rekayasa. “Saya tidak bisa menjawab itu. Biarlah publik yang menilai. Saya tidak boleh menilai dan anda yang menilai,” pungkasnya. Sedangkan sidang lanjutan pembunuhan berencana Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen dengan tersangka Antasari Azhar kali ini betul-betul mengejutkan.

Wiliardi, seusai persidangan dan pengakuannya kemarin
Wiliardi, seusai persidangan dan pengakuannya kemarin

Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Wiliardi Wizar yang memberikan kesaksian mengungkapkan fakta baru yang mencengangkan. Dalam kesaksiannya, Wiliardi mengaku ditekan oleh Direskrim Polda Metro Jaya saat dimintai keterangan. “Demi Allah, pada jam 12 malam lewat kami diperiksa dan didatangi Direskrim Polda,  Wadir dan Kasat.  Ada 3 orang ini,” kata Wiliardi di Pengadilan Negeri, Jakarta Selatan, Selasa (10/11).

Wiliardi juga mengatakan bahwa Antasari yang dijadikan sasaran dan berita acara pemeriksaannya dikondisikan. “Sasaran kita kita cuma Antasari, matinya lampu ini, matinya saya, waktu itu dikondisikan,” katanya. Dijelaskan Wiliardi, saat dimintai keterangan penyidik di Polda Metro BAP Sigid Haryo Wibisono disamakan dengan BAP-nya. “Setelah itu besok keluar (berita, red) di TV. Saya kirim SMS direktur minta klarifkasi soal itu, saya tidak pernah melakukan itu,” katanya.

Melihat riuhnya pengunjung yang mendengar kesaksian Wiliardi, Hakim ketua menskors sidang sebelum pemeriksaan Wiliardi usai.

Sementara itu, saat jeda sidang, terdakwa Antasari Azhar mengumandangkan takbir dan matanya berkaca-kaca. Matanya memerah saat duduk dari ruang sidang.

Nah hal ini menjadi sebuah bukti tambahan bahwa adanya dugaan rekayasa pihak aparat yang berwenang baik Polri maupun Kejaksaan semakin nyata, baik mulai dari kasus Antasari yang dituduh membunuh Nasrudin maupun Kasus Bibit-Chandra. Dimana target utamanya adalah melengserkan mereka semua dari KPK lalu mungkin saja akhirnya KPK dibubarkan keberadaannya. Lalu Masih layakkah Presiden SBY mempercayai para pemimpin institusi hukum yang penuh rekayasa seperti ini untuk menuntaskan pertikaian yang diduga adalah hasil rekayasa mereka sendiri?

Lalu apakah kepentingan pemimpin Polri untuk mengkriminalisasikan para petinggi KPK? apakah ada sosok tertentu dibelakang mereka yang membackup dan mensupport mereka, orang macam apakah yang bisa berbuat seperti itu, seorang Anggodo kah atau?

Sumber Referensi: JPNN dan Media Indonesia



57 thoughts on “Menakar Kelayakan Kapolri BHD, Pasca Wiliardi Mengaku Kasus Antasari Adalah Rekasaya Pemimpin Polri

  1. Negara Indonesia memang payah, penuh kebusukan sejak lama hingga jaman reformasi ini. Tapi tetap negeriku, tetap ibu pertiwiku yang aku cintai.
    Semoga petinggi2 busuk segera diganti dengan yang baik2.
    Yaa Allah…, jadikanlah negeriku ini menjadi negeri yang aman, adil dan makmur. Kebenaran dapat ditegakkan di negeriku ini. Jauhkanlah dari bencana, berbagai macam sengketa, kebusukan, kekejaman, kekejian dan perang saudara. A-miien.

  2. SAIKI SIAPA LAGI YANG BISA DIPERCARA, NEK PENEGAK HUKUME WAE PODO KENTHI……………….., EDAAAAAAAAAAAAAAN DAN GUWWWWEBLEG KABEH

  3. kalau uadah memang benar terjadi rekayasa BAP maka alangkah memalukannya institusi yang bernama polisi kita dan membuat sebuah kasus uang mestinya ditangani adil dan berimbang, akhirnya jadi ruwet- weeeeeeeeeeeet.
    mendingan polisi diganti dengan hansip wae…………….

  4. pusing pusing pusing………………..puuuuuuuuuuuuusiiiiing…………………………….

    EDAN…….EDAN……EDAN……..PANG EDAN EDANNA………………………………..

    ERAAAAAAAA AING ERAAAAAAAAAAA KU BANGSA DEUNGUEN EUY !!!

    OTAK NA NGAGIBLEG JIGA TAI KOTOK

  5. kasihan ya polisi, apalagi para jenderal, cuma dpr yang ngebelain, itupun karena dpr takut sama kpk. mungkin sebentar-sebentar mereka ganti nomor hp, takut disadap, kalau kena oleh cakar kpk, gimana cara ngembaliin modal, ya nggak.

    1. Yang bela Polri ya cuma orang2 yang biasa dilindungi oleh mereka……
      Bagi masyarakat awam? Siapa juga yang mau bela Polri…….
      Bayangin aja, berapa orang yang kena tilang di jalan setiap harinya karena gak pake helm? Padahal kalopun terjadi kecelakaan, yang ancur kan kepala kita, jadi kenapa kita harus bayar denda ke polisi karena gak pake helm? Aneh!
      Kalo dikalkulasikan, duit tilang kita itu cukup untuk beli sebuah helm……. Tapi kalo setiap keluar kena tilang, kapan kita punya helm?

  6. Tuhan tidak perna tidur. Tuhan Maha Mengetahui, Maha Melihat dan juga Maha Berkuasa diatas yg berkuasa. Oleh sebab itu mari kita berdo’a kepada Tuhan dan serahkan semuanya kepada Tuhan dgn satu keyakinan kebenaran pasti datang. Tinggal proses dan waktu akan menjawabnya.

  7. PAK ALM JEND ( PURN ) HOEGENG, ADALAH POLISI IDOLAKU, SEDERHANA TEGAS KERAKYATAN, MOHON BAPAK2 POLISI MARI KITA BERCERMIN PADA BELIAU, MASALAH REJEKI SUDAH DIATUR DENGAN YANG DIATAS.
    MASALAH JABATAN ADALAH AMANAH.
    JANGANLAH MEMAKSAKAN, JADINYA NANTI TIDAK BAIK.
    POLISI HARUS JAYA, SANTUN DAN SIAP MELAYANI MASYARAKAT.
    POLISI YANG DIATAS INGAT YANG DIBAWAH BANYAK POLISI YANG TAK KENAL LELAH, HUJAN, PANAS SIAP MELAYANI MASYARAKAT.

  8. SUDAH SAATNYA OTONOMI DAERAH DILAKSANAKAN TIDAK PANDANGBULU, POLRI DIBAWAH DEPDAGRI, KEJAKSAAN NEGERI DIFUNGSIKAN, KEJATI DAN KEJAGUNG SEBAGAI KOORDINATOR, SEHINGGA KALAU ADA MASALAH TIDAK LANGSUNG MENASIOANAL CUKUP HANYA LOKAL, WALAUPUN YANG DISANGKAKAN PEJABAT TINGGI. OKE!!. PAK AMIN RAIS, KOMENTAR DONG JANGAN DIAM AJA, INIKAN IDE2 JENENGAN POLRI LEPAS DARI TNI…….. LHA SEKARANG KENA BATUNYA HAYO………. KASIH JALAN KELUAR DONG

  9. KASIHAN BENER KELUARGA POLRI YANG DIRUMAH NGAK TENANG KALAU BAPAK2NYA DIKANTOR PADA PAT GULIPAT, BEKERJA ITU YANG PENTING CARI SEDULUR, TIDAK BANYAK MUSUH, REJEKI HALAL. INGAT 2012 ADA ISU KIAMAT WALAUPUN NGAK BISA DIJAMIN TAPI BISA UNTUK MENYADARKAN DIRI DAN DEKAT DENGAN PENCIPTANYA. OKE.

  10. mau jadi apa negara ini dan mau dibawa kemana negara ini.. apa nggak malu sama negara negara lain.. kemana para pembibing ummat…. yaa tuhan….. kalau begini terus…. kapan negara ini akan menjadi pemimpin negara negara lain

  11. bikin malu aja pejabat2 negeri ini………… terimalah laknat Allah atas kejahatan kalian…………. memfitnah, demi kepentingan kelompok… demi suap… demi kekuasaan… mudurlah…. dari jabatanmu.. wahai yang bersalah…….. malulah pada ibu pertiwi… pada pahlawan yang telah berkorban jiwa dan harta.. demi mempejuangkan kemerdekaan bangsa ini…

  12. WOW !!!!

    Ngeriii……..ngeriiii….
    Jika ya, …..benar kesaksian WW …Betapa ngerinya
    aku jadi teringat..kejadian..kejadian lainya yang melibat oknum-oknum
    yang nuansanya mirip. yang masih dalam proses ……… kasus BIBIT-CANDRA
    semoga ….. pengadilan ALLAH yang MAHA ADIL berfihak … yang benar itu benar. yang batil akan tersingkir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s