Heboh, Kasus Polisi Setrum Ibu Rumah Tangga Dalam Penyidikan


Penganiayaan dan kekerasan yang tidak manusiawi masih saja dilakukan sejumlah polisi di jajaran Polda Metro Jaya. Buktinya, dalam melakukan pemeriksaan terhadap ibu rumah tangga, Mul (24), warga Kecamatan Kota, Jakarta Utara, polisi menyiksanya. Pemeriksaan ini atas kasus perampokan dana Bank Negara Indonesia, bulan lalu.

Masih manusiawikah pemeriksaan dengan cara di setrum
Masih manusiawikah pemeriksaan dengan cara di setrum ?

Korban didampingi kakaknya, Astuti, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis 20 Agustus 2009 mengatakan, tindakan penganiayaan itu dilakukan polisi De, AdR, Je yang dengan sengaja melakukan penyetruman kepadanya agar mau mengakui keberadaan uang hasil rampokan itu.

Namun karena korban tidak menyimpan barang bukti hasil rampokan, akhirnya polisi memaksa dengan menyetrum korban sebanyak 14 titik di tubuhnya.

Penyetruman delapan titik terjadi di bahu sebelah kanan , empat titik di bagian perut, dan dua titik pada pergelangan tangan kiri. Penyetruman ini dilakukan polisi di hadapan suaminya. Bahkan permohonan jangan disetrum yang disampaikan suaminya diabaikan.

Menurut korban, dia tidak mengetahui keterlibatannya saat diperiksa polisi terkait kasus perampokan BNI itu.

Korban menceritakan, saat itu dia pulang ke kampung halamannya di Lampung untuk mengantarkan saudaranya. Dia baru mengetahui kasus ini dari media cetak dan elektronik saat berada di Lampung, ketika suaminya AE (26) salah satu warga Jakarta Utara, menjadi tersangka perampokan menyerahkan diri ke Polresta Binjai.


Keesokan harinya, Jumat 24 Juli, sekira pukul 03.00, dia dijemput empat mobil polisi dengan 2 mobil Kijang berplat B yang berasal dari Polda Metro Jaya, dan dua mobil berplat BE petugas dari Polsek Natar, Lampung.

Saat diperjalanan, korban ditampar AR sambil dicecar pertanyaan tentang keberadaan uang tersebut. Sedangkan De menyetrum korban dalam mobil sebanyak dua titik pada lengan sebelah kiri.

Sedangkan penyetruman di bagian bahu sebelah kanan sebanyak delapan titik dilakukan De dan Je, saat korban berada di Mapolda Metro Jaya. Setruman ini disertai dengan pemukulan di muka korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan selama 5 hari oleh tim penyidik III Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya, akhirnya korban dilepas dengan membuat surat pernyataan bersedia dijadikan pendamping suaminya dalam proses hukum kasus ini. Korban juga dikenakan wajib lapor setiap Senin dan Kamis berdasarkan surat wajib lapor dengan nomor polisi 379/VII/2009/Dit reskrimum sampai waktu yang tidak ditentukan.

Atas kejadian yang tidak manusiawi ini, korban melaporkannya ke Komisi Hak Azasi Manusia (HAM), Komisi Kepolisian Nasional, dan ke Divisi Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya guna mendapatkan perlindungan dan keadilan hukum terhadap tindakan pelanggaran yang dilakukan polisi itu.

“Kita telah menyampaikan hal ini kepada Komnas Ham dengan harapan pengaduan yang kita sampaikan diterima dan ditindak lanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” kata Astuti.

Sekaligus juga menjadikan kontrol terhadap kinerja polisi agar tetap profesionalisme serta bekerja sesuai dengan prosedur yang diatur dalam KUHP.  (hadi.suprapto-vivanews.com)

2 thoughts on “Heboh, Kasus Polisi Setrum Ibu Rumah Tangga Dalam Penyidikan

  1. Memang kadang polisi menganggap diri mereka bagaikan malaikat dunia, namun tanpa mereka sadari sepenuhnya bahwa mereka hanya alat untuk menggayomi masyarakat dalam mengimplementasikan hukum, trus kalau begitu gimana jadi masyarakat kita yang melihat, mendengar atau mangalami???? kadang malah akan menjadi dendam pribadi yang merupakan dosa dan tanggung jawab mereka….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s