Aparat gabungan yang terdiri dari kepolisian dan aparat koramil merazia seluruh wisma diantaranya Wisma Barbara, Wisma 27, Wisma 29 dan beberapa wisma lainnya dengan menangkap 11 orang tak beridentitas Minggu dinihari kemarin. Kapolsek Sawahan AKP Sih Widodo mengatakan bahwa razia ini bertujuan untuk menciptakan suasana kondusif di lokalisasi Dolly.
Itulah petikan berita yang ramai diberitakan setelah operasi. Lokalisasi Dolly legal karena direstui Pemerintah Daerah setempat dalam hal ini Pemkot Surabaya. Selama ini lokalisasi Dolly bahkan sudah menjadi salah satu icon utama kehidupan malam Surabaya. Bukan rahasia lagi peredaran uang panas di area remang remang ini sangat besar sekali, baik yang mengalir secara resmi maupun bawah tangan. Bahkan ada yang bilang pemilihan Ketua RT atau RW di daerah tersebut persaingannya cukup ketat karena menjadi incaran banyak orang sebab posisi tersebut konon kabar cipratan uangnya sangat besar, walaupun itu uang dari hasil bisnis lendir.
Kembali ke soal razia, selama ini memang jarang terdengar Aparat gabungan melakukan razia di lokalisasi legal ini, paling digelar bila menjelang puasa Ramadhan rutin setiap tahunnya. Namun kali ini lokalisasi legal itu dirazia alias ada penggrebekan. Tentunya tidak hanya para PSK dan germo saja yang protes, para tamu pun ikut protes karena dianggap mengganggu kenyamanan mereka.
Aparat sudah melakukan tugasnya dengan benar yaitu menjaga keamanan dan ketertiban dimanapun tidak terkecuali di kolong ranjang di wisma-wisma lokalisasi Gang Dolly. Namun yang kadang sempat muncul pikiran dan pertanyaan demikian ” lalu kalau begitu kan para aparat itu mengamankan kegiatan maksiat dong yang notabenenya jelas jelas dilarang oleh Agama manapun? ” Trus kalo begitu gimana dong kalau andai kata kita, orang tua kita, atau anak kita menjadi salah satu aparat yang melakukan tugas itu?
Wah semakin pusing deh kalau dipikirin, mungkin bisa jadi lebih pusing dari para germo yang merasa kehilangan separuh omsetnya pada malam razia tersebut. Kadang semakin tambah bingung hidup dijaman sekarang yang jelas jelas hitam atau yang jelas jelas putih seringkali berubah ubah juga seringkali terlihat abu-abu warnanya. Yang haram rame rame di dukung yang jelas jelas halal diributin dan dikecam.
Apapun kejadian disekitar Anda mungkin di awal pekan ini ada baiknya kita kembali melakukan aktifitas dengan do’a khusu’ dan ingat seperti kata Ronggo Warsito ” Jamane jaman edan’ yen ora melu edan ora keduman, ning luwih beja wong sing eling lan waspodo” (Jamannya jaman gila kalau tidak ikut gila tidak kebagian, namun lebih beruntung adalah orang yang selalu ingat dan waspada) Ingat dalam pengertian yang beliau maksud adalah Dzikir pada Illahi waspada selalu jangan sampai kita lengah dan terjerembab pada kesalahan dan dosa sebisa mungkin.
cpicieewww
October 29, 2011
cpicieewww
October 29, 2011
hanya satu kata,,bubarkan..!!!
anton
March 21, 2010
Bagaimana to yang jelas-jelas salah diijinkan yang benar dihancurkan mau di bawa ke mana negara ini
JULIANS BRANDOS
March 19, 2010
SAYA HAR4AP JANGAN DI BUBARAKAN GANG DOOLY ,KARENA SAYA SUKA YANG NAMANYA RISKI BARBARA SAYA SANGAT SALU KEPADANYA…
Amsus
March 16, 2010
Seandainya likalisasi itu berdekatan dengan rumah tempat tinggal kita ataupun kelang beberapa rumah saja dari rumah kita, waduh pasti gak bisa tenang…takut kalau ada anggota keluarga atau jangan2 kita sendiri yang yang terpengaruh lingkungan di situ…
dewasayang
February 25, 2010
langsung sikat aja bosss
a'ak budi
February 25, 2010
wah,, bagus tu,,, harcurkan saja gang doly, hancurkan ke bugilan indonesia.
Arfa
February 25, 2010
Udah profesi kok dirazia ???? Oh mungkin Pekerja SEX Komersial lagi “sial” aja kali !!!.
Arfa
February 25, 2010
Kenapa dieazia, katanya Pelacur itu sudah dilegalitas sebagai Pekerja SEX Komersial (PSK), jika gitu kan sudah masuk dong dalam dunia profesi menurut DEPNAKER. Oh mungkin Pekerja SEX Komersial lagi “sial” aja kali !!!.
GenkBot
February 25, 2010
Ayooo…..
Tangkap…
nursalim
February 24, 2010
gang dolly sulit ditutup dikarenakan semua yang merasa menguasai daerah tersebut menjadikan sumber kehidupan,tunggu saja kedatangan bencana alam di dolly pasti baru tutup.
sangatjelas
February 24, 2010
tangkap…….. lepas…….. razia…….. tangkap……. lepas……razia… dst
begitu terus.
Rindu
February 23, 2010
gang doli dijadiin islamic center aja kaya di jakarta utara itu
kan dulu juga tempat spt ini kan?
NAJA
February 24, 2010
BOLEH JUGA IDENYA
vtrediting
February 23, 2010
Jamane jaman edan, yen ra edan ora keduman. Ramalan Ronggowarsito memang sudah jadi kenyataan di saat ini.
yayat38
February 23, 2010
wah bener deh sehari gak BW banyak ketinggalan berita dari ruang hati.
Salam sukses selalu
Enutd
February 22, 2010
Yang namanya Maksiat dan perjudian selama dunia ini msh berputar ga akan ada habisnya biarpun dirazia/dibasmi jg,dan kita sebagai orang yg msh waras wajib ngasih tau/ceramah kejln yg bener….
indonesiatekno
February 22, 2010
Pemerintah sudah tidak adil, kalau orang berpoligami yang jelas-jelas sah secara hukum maupun moral, justru di larang. Malah prostitusi diizinkan.
Coba kita pikirkan bersama, bagaimana perasaan kita saat anak perempuan atau kakak perempuan atau bahakan ibu Anda ternyata yang melakukan praktek haram itu????
indonesiatekno
February 22, 2010
Kalau menurut saya seharusnya bukan razia lagi, tapi langsung diTUTUP!!!BERANTAS PROSTITUSI!!!
Sebenarnya dimana akal sehat pemerintah pusat dan daerah, bisa2nya memberi izin prostitusi. Itu sudah melanggar dan menghancurkan moral bangsa.
persoalan lapangan kerja untuk para psk, ya seharusnya pemerintah atau bahkan para mantan psk itu harus kreatif, banyak usaha yang bisa ditekuni, lha lulusan SD aja banyak yang jadi orang kaya dengan berbisnis.
Rafi
February 22, 2010
Disatu sisi kasian sm para WTS itu, disisi lainnya kalo didiemin makin jadi aja tuh bisnis Prostitusi Hmmmm…..
cah ndeso
February 22, 2010
permisiiii…. datang lagi berkunjung setelah beberapa peredaran menghilang (nyari penyegaran)
Ijin buat nancepin komeng lagi dari Lereng Muria